Banjir Menggenangi Rumah Warga
Intensitas hujan di Sidoarjo, akhir-akhir ini terus meningkat. Hal itu membuat
beberapa ruas jalan digenangi air. Misalnya, pintu masuk tol Waru yang
ketinggian airnya membuat banyak kendaraan roda empat yang mogok. Tak hanya
itu, rel kereta api di Porong juga terendam air. Di luar beberapa lokasi
tersebut, luapan air juga menggenangi beberapa wilayah lain di kota Delta.
Diantaranya kelurahan Gebang dan Bluru Kidul. Berdasar pengamatan di lapangan, genangan
air tersebut mencapai 50 centimeter. Saluran air yang ada di kanan kiri jalan
desa tidak mampu menampung air. Akibatnya, rumah yang berlokasi di dekat jalan
harus rela menjadi korban genangan air.
Air yang berasal dari luapan kali pucang itu masuk kelima kamar yang berada
dilantai itu. Sebagian dari mereka tidur di lantai 2 yang merupakan tempat
untuk jemur pakaian. Tak hanya itu, berbagai perabotan rumah ikut terendam
banjir. Diantaranya lemari, baju, kursi kayu di luar keluarga, sofa di ruang
tamu, serta di depan. Untungnya, salah satu warga masih bisa menyelamatkan
barang elektronik seperti televisi dan kipas angin. Salah satu seseorang bahwa,
banjir sudah tiga kali menggenangi rumahnya. Menurut orang tersebut, banjir itu
disebabkan oleh peninggian jalan didepan rumahnya. Karena itu, ketika hujan air
langsung masuk ke rumah karena posisinya lebih rendah. Selain itu, saluran air
tidak bisa menampung karena kali pucang meluap.
Apa yang dibutuhkan warga dalam menghadapi banjir?
Warga membutuhkan bantuan dari PEMDA. Apabila tidak ada penanganan dari
PEMDA, banjir akan terus menerus terjadi. Butuh penanganan yang lebih detail agar tidak
terjadi banjir yang terus menerus mengguyur Kota Sidoarjo. PEMDA hendaknya
melakukan survei dan mencari tahu sebab trjdinya banjir. Jika sudah diketahui
sebabnya, maka selanjutnya melakukan perubahan dan perbaikan terhadap
lingkungan. Jika banjir sudah terjadi, masyarakat membutuhkan bantuan berupa
makanan, obat-obatan, dan tempat yang layak untuk tempat tinggal warga.